Dampak dan Bahaya Kabut Asap Terhadap Kesehatan


Pada musim kemarau mengakibatkan banyak hutan yang terbakar. Kebakaran hutam hampir selalu datang pada setiap tahunnya di negara indonesia. Khususnya untuk daerah sumatra dan kalimantan. Selain sangat menggangu aktivitas sehari-hari seperti terbatasnyanya jarak pandang, kabut asap ini juga akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Dampak yang paling parah dari pengaruh kabut asap terhadap kesehatan tubuh ialah penyakit radang paru-paru yang dikenal dengan paru-paru basah yang akan dapat hadir dalam tubuh anda. Nah apabila penyakit radang paru-paru sudah mengenai anda, maka dalam jangka waktu yang singkat anda akan trekena peradangan selaput otak, bahkan dalam kasus  terparah yaitu kegagalan pernafasan yang akan berdampak kematian.

Sedangkan dampak bahaya kabut asap yang paling sering terjadi yaitu ISPA. dalam catatan wahana lingkungan hidup indonesia, Sudah banyak korban yang meninggal dunia terutama anak-anak akibat infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan ada juga yang meninggal karena terhalang jarak pandang. Baca juga : Cara Mengobati ISPA

Dampak Negatif dan Bahaya Kabut Asap Terhadap Kesehatan
  1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  2. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
  3. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  4. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  5. Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  6. Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  7. Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  8. Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.